Kunyilnet’s Blog

Berdalih Kontrak Telah Habis, Kantin Pusat ITS Akan Digusur

Posted on: April 6, 2009

SURABAYA – Rencana rehab gedung di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat resah para pedagang di kantin umum. Sebab, rehab gedung itu menggusur keberadaan kantin umum yang berada di area FMIPA tersebut. Rehab kantin itu juga membuat sekelompok aktivis mahasiswa berontak.

Wacana renovasi kantin umum sudah mencuat tahun lalu. Dan, baru Februari 2009, mulai dikonkretkan. Hal itu ditandai keluarnya surat edaran pihak pengelola kantin, yakni UPT Graha. Surat itu berisi rencana renovasi. Para pedagang pun meminta agar pengelola menyediakan tempat relokasi selama pembangunan. Selain itu, ada kepastian nantinya mereka bisa menempati kantin baru.

Namun, tidak ada jawaban maupun kejelasan dari pihak UPT Graha. Karena itu, pada 24 Maret lalu, pedagang bersama mahasiswa melakukan pertemuan dengan Pembantu Rektor II ITS Sugeng Winardi. Mereka meminta ada kepastian relokasi dan bisa kembali lagi nantinya. Ketika itu, perwakilan mahasiswa dilarang masuk ke ruang pertemuan. Hasilnya, tetap tidak ada solusi.

”Makanya kami langsung membentuk aksi kepedulian terhadap pedagang yang ada di kantin ini,” ujar Nukman Haris, mahasiswa Teknik Fisika ITS yang ikut dalam aksi itu.

Kemarin (3/4), mahasiswa yang tergabung dalam aksi solidaritas tersebut mengajukan surat kepada Rektor ITS Priyo Suprobo. Intinya, meminta agar selama pembangunan para pedagang direlokasi. Ada empat tempat yang ditawarkan sebagai alternatif oleh para mahasiswa itu. Yakni, salah satu area parkir FMIPA, lahan kosong di depan sekretariat BEM, gedung MWeb yang tidak terpakai, dan lahan kosong di samping BAUK.

”Kami hanya ingin agar ITS memberi contoh baik kepada masyarakat, agar pengembangan kampus tidak sampai mematikan mata pencaharian orang lain,” ungkapnya.

Kana, salah seorang pedagang soto yang mangkal di kantin umum, juga mengakui hingga kini dirinya belum mendapat kejelasan nasib. Padahal, kantin itu merupakan satu-satunya sumber nafkah untuk keluarganya. Dari berjualan itu, Kana harus menghidupi tujuh anak.

”Sekarang mencari tempat kan susah, apalagi ini zaman krisis,” sahut Mudhofir, penjual lontong.

Sementara itu, Rektor ITS Priyo Suprobo menyatakan bahwa ketakutan pedagang dan mahasiswa itu sebetulnya terlalu dini. Sebab, kantin umum itu akan direnovasi saja. Kalaupun nantinya dialihfungsikan, tetap akan membangun kantin baru. ”Tapi, untuk saat ini saya tidak tahu apa-apa karena ini perencanaanya saja belum selesai. Baru minggu depan mungkin selesai,” ujarnya.

Terkait akan direlokasi atau tidaknya pedagang, Probo menjelaskan bahwa hal itu bergantung kontrak yang baru. Sebab, kontrak para pedagang di kantin umum itu telah habis pada Maret 2009 lalu. Jika pada perjanjian baru, maka mereka bisa saja menempati kantin baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YM raditz raditz_h3r3 YM kunyilnet kunyilnet

Simpananq

%d bloggers like this: