Kunyilnet’s Blog

PENERAPAN SERTA PEMANFAATAN SISTEM OLAP DENGAN GUDANG DATA DAN PENGGALIAN DATA PADA BIDANG USAHA RESTAURANT (RUMAH MAKAN) BERBASIS WARALABA

Posted on: June 2, 2010

Dikota-kota besar, usaha yang banyak berkembang saat ini adalah usaha dibidang makanan. Hal ini dikarenakan pada kota-kota besar banyak terdapat para pekerja ataupun mahasiswa yang biasanya tidak suka memasak sendiri, atau yang lebih praktisnya membeli makanan diluar. Selain itu, restaurant biasa digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga, kencan dengan pasangan, ataupun sekedar bersenang-senang dengan teman-teman. Hal inilah yang menyebabkan bisnis restaurant cukup menarik untuk dijalankan.
Namun ada beberapa masalah yang biasanya sering terjadi di setiap restaurant. Dimana terdapat peak time dan peak season (baca: jam ramai dan musim ramai) yang biasanya sudah tetap terjadi ditiap hari dan tahunnya. Contoh saja jika kita melihat bahwa sebuah trend dari restaurant tentu akan meningkat di hari libur atau menjelang liburan dimana para keluarga atau orang-orang akan keluar untuk menghabiskan waktu bersama.
Usaha restaurant dapat digolongkan kedalam usaha jasa dan produk, dimana produk yang dibuat bergantung dari pesanan yang diterima. Karena usaha ini bergerak dibidang jasa maka pelayanan dari restaurant kepada konsumen haruslah memuaskan. Misalkan dari segi keramahan, kecepatan waktu memproses, kebersihan, dan tentunya kelezatan dari makanan serta kesegaran dari makanan yang dibuat akan berpengaruh dari kepuasan pelanggan. Karena pelanggan yang puas pasti akan menjadi sumber promosi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan.
Sedangkan usaha waralaba adalah usaha dimana sang terwaralaba hanya menyediakan modal untuk kelangsungan proses bisnis, sedangkan pewaralaba menyiapkan segala macam yang dibutuhkan, dari SDM, kebutuhan bahan bakunya, hingga segala macam peralatannya.
Alasan saya memilih judul ini adalah karena masih banyak perusahaan-perusahaan serupa yang masih melakukan segala macam transaksi secara manual. Melakukan pencatatan, serta pembukuan yang bisa dikatakan tidak secara realtime dan terkadang kurang akurat. Padahal menurut para intrepreneurs (pengusaha) bahwa time is money (waktu adalah uang) yang mengartikan bahwa kalau kamu membuang-buang waktu sama saja dengan kamu membuang uang. Kenapa saya mengatakan system manual sangat membuang waktu, dikarenakan pada suatu restaurant yang besar dimana terdapat begitu banyak transaksi dan begitu banyak konsumen pasti juga terdapat begitu banyak pesanan, barang keluar, barang masuk, pemesanan hingga saat barang baku tadi diolah, semua butuh pencatatan. Jika kita melakukan secara manual, kebayang repotnya dan banyaknya kertas yang digunakan kelak.
Sebuah restaurant yang baik adalah jika restaurant restaurant tersebut mampu memenuhi kepuasan dari pelanggan tanpa menurunkan harga diri dari restaurant tersebut. Ada 2 aspek penting yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah restaurant, yaitu :
1 Makanan, minuman, citarasa dan selera
2 Pola pikir, watak dan gaya hidup
Kedua hal tersebut yang berpengaruh dalam menentukan restaurant kita ramai atau tidaknya. lingkungan yang bersih, adalah faktor yang penting dalam pengelolaan sebuah restauran. orang tidak akan mau datang ketempat yang agak kumuh untuk makan disana. dan yang terpenting dari semua itu adalah, Pelayanan kepada pelanggan mutlak harus diperhatikan dan ditingkatkan. sebab, pelanggan tidak akan merasa puas hanya dengan makan makanan mewah dan nikmat di tempat yang elit saja, tetapi mereka juga butuh dilayani dengan baik.nah hal ini yang jarang didapatkan pada restaurant biasa/reguler atau bahkan rumah makan dipinggir jalan.
Hal berikutnya adalah mengenai pelayanan dari sebuah restaurant. Mengapa pelayanan menjadi hal utama pada sebuha perusahaan jasa, dikarenakan pada dasarnya semua orang ingin dan senang dihargai, sehingga ketika dalam satu pertemuan atau transaksi terjadi hal-hal yang menurut pelanggan tidak sesuai dengan yang harus diterima, akan timbul ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan ini apabila tidak diatasi dengan baik akan menimbulkan keluhan yang ujung-ujungnya adalah kepergian pelanggan dan yang paling buruk adalah rusaknya citra perusahaan.
Service atau pelayanan yang baik terhadap pelanggan atau nasabah adalah pelayanan yang memuaskan, artinya yang sesuai atau bahkan melebihi harapan pelanggan. Berdasarkan penelitian, services yang baik yang akan berdampak kepada citra atau image perusahaan antara lain adalah :
People :
1. para petugas yang melayani menguasai produk atau layanan yang dijual
2. bersemangat atau berantusias ketika melayani
3. ramah dan memiliki rasa empati khususnya ketika pelanggan mengalami masalah
4. perhatian penuh kepada pelanggan, tidak sambil mengerjakan pekerjaan yang lain
5. memberikan solusi untuk kebutuhan dan permasalahan pelanggan
Process :
1. system pelayanan yang cepat dan akurat
2. prosedur yang tidak berbelit-belit
3. kemudahan menggunakan peralatan dan system serta keamanannya
Physical :
1. penampilan barang fisik bangunan atau ruangan atau lokasi
2. kenyamanan dan keamanan ruangan serta fasilitas yang digunakan
3. kemudahan akses menuju lokasi
4. kebersihan
5. kemasan produk
dengan menggunakan sistem IT sebuah pelayan restaurant tidak perlu repot-repot bolak-balik ke dapur hanya untuk mengantarkan daftar pesanan, selain itu dapat menghemat waktu dalam hal pesan-memesan. Selain itu, pesanan yang dimasukkan akan dicatat di bagian billing dan akan mengurangi pencatatan stok dari setiap menu yang dibuat sehingga dalam satu kali proses akan banyak proses lainnya yang mengikuti, itulah kemudahaan dari IT.
Dalam penggunaan sistem IT diatas tidak luput dari peran gudang data yang digunakan sebagai penyimpanan segala macam data transaksi yang terjadi. Jika data tersebut hanya disimpan, maka proses yang terjadi hanya sebatas proses transaksi (OLTP) tetapi jika dilakukan analisa yang lebih dari setiap hasil yang masuk secara real time maka hal ini bisa dikategorikan kedalam OLAP atau Online Analitycal Processing (proses analisis secara online).
Analisis yang dapat digunakan berupa penggalian data dengan berbagai metode. Coba dibayangkan jika pada suatu restaurant terdapat lebih dari 100 menu, lebih dari 20 supplier, serta begitu banyak pelanggan dan waktu proses yang berbeda, tentu hal yang lebih diutamakan bagaimana dapat membuat suatu jadwal yang baik untuk melakukan efisiensi terhadap waktu transaksi terhadap setiap entitas yang ada.
Dengan mengembangkan suatu sistem yang dapat mengelola data secara keseluruhan (SDM, pemasaran, kontrol inventori, hingga buku besar) dari setiap tempat waralaba maka sang pemilik utama waralaba mampu melakukan kontrol terhadap cabang waralaba yang dijalankan apakah mampu bersaing atau tidak. Selain itu jika sistem ini berjalan secara sempurna makan akan memudahkan pihak manajemen untuk mengelola jaringan waralaba tersebut.
Modul-modul yang ada seperti modul SDM akan memudahkan pemilik waralaba dalam melihat kinerja dari pegawainya di setiap cabang waralaba yang disalurkan. Pihak manajer dapat melihat kinerja dari pegawainya sehingga mampu mengambil suatu keputusan dalam hal reward and punishment kepada pegawainya. Selain itu jika dilakukan penggalian data lebih dalam, mungkin dapat menghasilkan informasi mengenai penempatan pegawai yang cocok dibidangnya. Mungkin saja seorang waiters (pelayan) sebenarnya lebih cocok menjadi kepala pelayan karena kinerjanya yang lebih baik dari kepala pelayan yang sudah ada.
Selain SDM juga terdapat modul kontrol inventori yang dapat membantu manajemen dari perusahaan waralaba tersebut dalam memantau ketersediaan segala macam alat dan bahan untuk setiap restaurant yang ada sekaligus dengan tanggal kadal luarsanya, mengingat bahan yang digunakan sangat cepat masa kadaluarsanya sehingga barang yang masuk harus cepat-cepat diproduksi sehingga nantinya hanya sedikit barang yang distok.
Sebuah sistem TI yang dibuat harus memiliki kriteria 5i yaitu :
1. Integration & intensity, yang mengukur keterpaduan (internal & eksternal) baik dalam lingkup maupun hasil implementasinya, serta keluasan dan kedalaman implementasi TI-nya.
2. Innovation, yang mengukur kreativitas perusahaan dalam memanfaatkan TI ataupun inovasi yang diciptakan dalam proses bisnis perusahaan.
3. Implementation, yang mengukur kualitas proses implementasi sistem TI-nya sehingga bisa tepat waktu (on time), tepat anggaran (on budget) dan tepat cakupan (on scope).
4. Impact on result, yang mengukur manfaat atau dampak yang bisa dirasakan pelanggan (internal & eksternal) dari sistem yang digunakan perusahaan.
5. Implementabilty to others, yang mengukur kemungkinannya untuk diterapkan (sebagai best practice) di perusahaan lain.
Dimana kriteria diatas ini nantinya akan menentukan bahwa suatu TI yang dibuat layak atau tidaknya jika digunakan.
Dalam penerapan sistem BI pada perusahaan restaurant waralaba tersebut nantinya diperlukan berbagai macam strategi untuk meningkatkan kinerja dari perusahaan tersebut. Hal yang perlu dilakukan antara lain :
1. Membuat pasar yang kuat
Hal ini dapat dilakukan dengan 4 cara yaitu fokus pada produk dengan memaksa pelanggan menyukai produk tersebut, dengan menyediakan keinginan dari pelanggan, penentuan harga, serta promosi. Bisnis restaurant atau makanan biasanya menggabungkan diantara keduanya yaitu membuat suatu produk yang mengikuti perkembangan keinginan dari pelanggan. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat keinginan, harapan, serta perubahan yang dilakukan oleh konsumen terhadap produk yang kita jual. Selain itu penentuan harga juga berpengaruh terhadap cash flow yang terjadi pada perusahaan. Hal-hal diataslah yang mampu memperkuat brand terhadap pasar yang diterjang nantinya.
2. Melakukan analisis terhadap penjualan
Analisis tersebut dapat berupa pembuatan chart atau grafik mengenai konsumen, kinerja, pendapatan, volume penjualan, serta margin sehingga setiap keputusan yang dibuat untuk memantapkan perusahaan nantinya akan memiliki dasar dan tidak berdasarkan menebak (baca: wangsit).
3. Memantapkan loyalitas dari konsumen
Hal diatas dapat dilakukan dengan cara melihat data historis dari setiap transaksi yang dilakukan konsumen. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan metode kontrol Fraud. Metode ini memungkinkan untuk melihat suatu pola yang tidak biasa yang terjadi di setiap transaksi yang terjadi. Apalagi pada bisnis makanan yang begitu banyak menunya dimana berbagai kemungkinan pola produk atau menu dapat saja terjadi.
4. Membangun hubungan yang kuat dengan konsumen (mempertahankan pelanggan)
Hal ini merupakan hal terpenting dalam setiap industri yang ada. Mempertahankan pelanggan menggunakan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan mencari pelanggan yang baru. Namun hasil di dapatkan dari mempertahankan pelanggan lebih besar dibandingkan dengan mendapatkan pelanggan yang baru. Harapan yang diinginkan dari sebuah sistem BI adalah mampu menganalisa pelanggan yang benar-benar perlu dipertahankan dan tidak.

Sebagai kesimpulan dari keseluruhan isi karya tulis ini adalah, sebuah TI khususnya pada Bisnis Intelegence dalam hal ini gudang data, penggalian data, serta OLAP sangat membantu sebuah perusahaan dibidang makanan dalam menata setiap proses hingga penjadwalan yang ada dengan tujuan untuk melakukan pemaksimalan kinerja, efisiensi waktu dan tenaga untuk meningkatkan profit dari perusahaan.

Sumber:
http://www.elegantjbi.com/Solutions/industry_BI_for_Telecommunication.htm
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090322215213AAxsdS8
http://www.ciosociety.com/?p=70
http://www.articlesbase.com/sales-articles/telecom-industry-to-boost-sales-with-business-intelligence-227999.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YM raditz raditz_h3r3 YM kunyilnet kunyilnet

Simpananq

%d bloggers like this: